soal normatif

Soal-soal Teori Akuntansi Positif dan Akuntansi Normatif

  1. Jelaskan pengertian teori akuntansi ?
  2. Sebutkan fungsi teori akuntansi !
  3. Sebutkan dan jelaskan tiga dimensi dari teori akuntansi ?
  4. Sebutkan dan jelaskan periodisasi teroi akuntansi ?
  5. Jelaskan pengertian teori akuntansi positif ?
  6. Jelaskan perbedaan akuntansi positif dan akuntansi normative ?

Jawab:

  1. Teori akuntansi dapat diartikan sebagai suatu susunan konsep, defenisi, dan dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi, serta menjelaskan hubungan antar variabel dalam struktur akuntansi, dengan maksud untuk dapat memprediksi fenomena yang muncul (fenomena sosial dan ekonomi).
  2. Fungsi teori akuntansi adalah:
    1. Sebagai pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi,
    2. Memberikan kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar resminya,
    3. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan,
    4. Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan, dan
    5. Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktik akuntansi.
    6. Tiga dimensi dari teori akuntansi, yaitu:
      1. Reductionism

Teori di mulai dari asumsi-asumsi, di mana tidak langsung merujuk ke objek yang diobservasi, dan bukan merupakan pernyataan yang dapat diuji kebenarannya. Tetapi teori merupakan bahan rujukan untuk mengamati fenomena.

  1. Instrumentalism

Teori merupakan alat yang dapat digunakan untuk menilai pernyataan tentang hasil dari suatu observasi. Di sini, teori berperan untuk menjelaskan untuk memprediksi.

  1. Realism

Teori adalah sekumpulan proposisi atau dalil yang merupakan pernyataan kebenaran atau ketidakbenaran tentang dunia nyata, fenomena, atau suatu objek.

 

  1. Periodisasi teori akuntansi dapat digolongkan menjadi:
    1. Pre-Theory Period (1492-1800)

Dalam periode ini belum ada teori akuntansi yang dirumuskan, melainkan hanya sebatas pada saran-saran atau pernyataan-pernyataan yang tidak dapat dianggap sebagai teori.

  1. General Scientific Period (1800-1955)

Dalam periode ini sudah ada pengembangan teori, namun hanya berupa penjelasan terhadap praktik akuntansi. Di sini, juga sudah ada kerangka kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan prakti akuntansi. Akuntansi dikembangkan berdasarkan metode empiris yang menekankan  pada hasil observasi atas peristiwa yang terjadi sehari-hari (realitas), bukan berdasarkan pada logika.

  1. Normative Period (1956-1970)

Dalam periode ini, perumusan teori mulai mendefenisikan norma-norma atau praktik akuntansi yang baik, dan pengembangan teori akuntansi lebih menekankan pada “apa yang seharusnya”. Akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti. Di sini, mulai muncul berbagai kritikan terhadap konsep biaya historis (historical cost). Informasi yang disajikan berdasarkan nilai pasar wajar ternyata lebih relevan bagi pengguna laporan keuangan dibandingkan dengan biaya historis. Pengukuran dengan menggunakan nilai wajar, menyediakan gambaran yang lebih baik tentang nilai aktiva dan kewajiban perusahaan serta menyediakan dasar lainnya untuk menilai prospek arus kas di masa mendatang.

  1. Spesific Scientific Period (1970-sekarang)

Periode ini disebut juga sebagai era positif, di mana teori akuntansi tidak cukup hanya dengan berdasarkan pada normatif saja (“apa yang seharusnya”), tetapi juga harus dapat diuji kebenarannya. Perumusan atau pendefenisian norma yang terjadi dalam periode sebelumnya dianggap terlalu subjektif, sehingga harus dapat di uji terlebih dahulu keabsahannya secara positif. Pendekatan normatif telah banyak mendatangkan kritikan karena teori normatif ini tidak melibatkan pengujian hipotesa, melainkan hanya berdasarkan peda pertimbanga subjektif semata. Ditahun 1970-an, data empiris sudah mulai tersedia, demikian juga hal nya dengan teknik-teknik statistik yang memungkinkan untuk dilakukannya pengujian.

 

 

  1. Teori akuntansi positif berupaya menjelaskan sebuah proses, yang menggunakan kemampuan, pemahaman, dan pengetahuan akuntansi serta penggunaan kebijakan akuntansi yang paling sesuai untuk menghadapi kondisi tertentu dimasa mendatang. Teori akuntansi positif pada prinsipnya beranggapan bahwa tujuan dari teori akuntansi adalah untuk menjelasakan dan memprediksi praktik-praktik akuntansi.
  2. Teori akuntansi positif dan normative timbul karena perbedaan sasaran teori dan bidang masalah yang menjadi perhatian masing-masing teori. Bila dikaitkan dengan dikotomi sains dan tekhnologi, teori akuntansi positif lebih erat kaitannya dengan akuntansi sebagai sains sedangkan teori akuntansi normative lebih erat kaitannya dengan akuntansi sebagai tekhnologi.

 

Soal-soal lingkungan social akuntansi

  1. Jelaskan pendorong munculnya Akuntansi Sosial ?
  2. Jelaskan pengertian dari Corporate social responsibility (CSR) ?
  3. Sebutkan tujuan dari melakukan CSR!
  4. Jelaskan posisi akuntan terhadap sosial ekonomi akuntansi ?
  5. Jelaskan pengertian Corporate Volunteering ?
  6. Sebutkan keuntungan dari melakukan CSR ?

Jawab :

  1. Menurut Sofyan (1997), akuntansi sosial timbul karena adanya kecenderungan dari para ahli untuk mengalihkan kesejahteraan individu ke arah kesejahteraan sosial. Kecenderungan yang bergerak dari kegiatan mancari keuntungan sebesar-besarnya tanpa melihat efek samping ke arah mencari laba yang berwawasan lingkungan.
  2. CSR adalah komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi jangka panjang terhadap satu isu tertentu dimasyarakat atau lingkungan untuk dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik.

 

  1. Corporate Social Responsibility (CSR) bertujuan untuk :
    1. Building Human Capital

Secara internal, perusahaan dituntut untuk meciptakan SDM yang andal. Secara eksternal, perusahaan dituntut untuk melakukan pemberdayaan masyarakat, biasanya community development.

  1. Strengthening Economies

Perusahaan dituntut untuk tidak menjadi kaya sendiri sementara komunitas di lingkungannya miskin, mereka harus memberdayakan ekonomi sekitar. Yaitu dengan mengadakan pelatihan kerja maupun pemberian beasiswa bagi penduduk yang berprestasi, dan memberi bantuan modal usaha.

  1. Assessing Social Chesion

Perusahaan dituntut untuk menjaga keharmonisan dengan sekitarnya agar tidak menimbulkan konflik.

  1. Encouraging Good Governence

Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan harus menjalankan tata kelola dengan baik.

  1. Protecting The Environment

Perusahaan berupa keras menjaga kelestarian lingkungan.

 

  1. Karena akuntan berperan sebagai agen maka akuntan mempunyai akses informasi yang besar tentang perusahaan, para akuntan juga yang bisa mengetahui secar lebih pasti apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dan apa yang dibutuhkan oleh massyarakat sekitar perusahaan terkait dengan akuntansi sosial.
  2. Community Volunteering adalah bentuk corporate social respontibility di mana perusahaan mendorong atau mengajak karyawannya iktu terlibat dalam program corporate social respontibiliy yang sedang dijalankan dengan jalan mengkontribusikan waktu dan tenaganya.
  3. Keuntungan Melakukan Program Corporate Social Respontibility yaitu :
    1. Mempertahankan dan mendongkrak reputasi dan image perusahaan.
    2. Layak mendapatkan social lincence to operate.
    3. Mereduksi resiko bisnis perusahaan .
    4. Melebarkan akses sumber daya.
    5. Membentangkan akses menuju market.
    6. Mereduksi biaya.
    7. Memperbaiki hubungan dengan stakeholder.
    8. Memperbaiki hubungan dengan regulator.
    9. Meningkatkan semangat dan poduktivitas karyawan.
    10. Peluang mendapat penghargaan.

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s