sejarah dan perkembangan akuntansi

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar belakang

Pernyataan mengenai seberapa pentingnya akuntansi selalu membutuhkan suatu pembelaan yang kuat,untuk menghilang stigma yang tertanam pada akuntansi yang menunjukkan bahwa sejak awal akuntansi adalah suatu yang terhormat bahkan bersifat akademis,meskipun saat ini tidak dihormati.akuntansi dari waktu kewaktu telah menarik perhatian orang-orang yang memiliki kemampuan intelektual yang tidak dipertanyakan lagi.Akuntansi mampu meberikan pembuktian melalui akuntansi itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan social.

Fungsi akuntansi adalah untuk menunjukkan pertanggungjawaban,mencegah terjadinya kecurangan(Fraud), memandu industry menentukan ekuitas,memecahkan seluruh teka-teki mendasar didalam dunia usaha,membantu pemerintah dalam operasi fisika dan untuk memandu manajer bisnis dalam upaya memastikan efisiensi.

Apakah upaya-upaya diatas tidak layak untuk mendapatkan perhatian  dari semua orang. akuntansi memberikan kontribusi yang besar terhadap dunia bisnis. Dan sudah sepantasnyalah akuntansi mendapat perhatian khusus. Sebelum kita mempelajari lebih jauh tentang akuntansi ada baiknya kita harus mengetahui dan memahami sejarah dari akuntansi itu sendiri.

Sejarah dan perkembangan akuntansi suatu hal yang sangat penting didalam memahami dan menghargai paraktik-praktik  saat ini dan dimasa yang akan datang.sekaligus sebagai struktur institusional dari disiplin ilmu akuntansi itu sendiri

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AKUNTANSI

A . EVOLUSI PEMBUKUAN PENCATATAN BERPASANGAN

 

  1. 1.      Sejarah Awal Akuntansi

Berbagai percobaan telah dilakukan untuk menyatakan lokasi dan waktu lahirnya system pencatatan berpasangan yang telah menghasilkan berbagai scenario.kebanyakan scenario tersebut mengakui adanya kehadiran suatu bentuk pelaksanaan pencatatan disebagian besar kebudayaan sejak sekitar 3000 tahun sebelum masehi Termasuk didalamnya adalah kebudayaan Chaldean- Babilonia,asiria dan sumeria, yang menemukan pemerintahan teroganisasi pertama di dunia, termasuk juga beberapa bahasa tulisan tertua dan catatan usaha tertua yang msih dapat diselamatkan, kebudayaan mesir, dimana para juru tulisnya menjadi “ titik pusat dimana keseluruhan mesin perbendaharaan dn bagian-bagian lain berputar,” kebudayaan cina dimana akuntansi pemeritahannya memainkan peranan yang vital dan rumit pada masa dinasti chao, (1122-256 SM), kebudayaan yunani dimana Zenon seorang menejer dari wilayah Appolonius yang luas, memperkenalkan ditahun 256 SM sebuah system akuntansi pertanggungjawaban yang terperinci, dan kebudayaan romawi dengan hukum yang mengharuskan para pembayar pajak membuat pelaporan mengenai posisis keuangan mereka, dan imana hak-hak sipil bergantung kepada jumlah harta benda yang dilaporkan oleh para penduduknya.

Jika kita ingin melacak ilmu akuntansi yang amat penting kita harus kembali ke asal usulnya, kita secara alamiah akan meanganggap penemuan pertamanya akan berasal dari dari para pedangan yang pertama dan kita tidak dapat mengklaim hal tersebut pada masa itu selain orang-orang arab. Orang-orang Arab yang selama beberapa masa menunjukan kejayaanya didunia perdagangan tersebut melalui interaksinya dengan bangsa lain, dari merekalah orang-orang mesir harus melakukan suatu bentuk pertama dari akuntansi menurut cara perdagangan yang umum, dan kemudian dikomunikasikan keseluruh kota-kota di Timur Tengah.

  1. 2.      Kontribusi Lucas Pacioli

 Luca Pacioli adalah seorang pastur dari ordo Fransiskus , Dia orang yang pertama kali di asosiasikan dengan pengenalan pembukuan pencatatan berpasangan untuk pertama kalinya. Pada tahun 1494 Ia menerbitkan buku yang berjudul Summa de Arithmetica Geometria,Proportioni et Proportionalita yang di dalamnya terdapat dua buah bab _de Computis et Scripturis_ yang menjelaskan pembukuan pencatatan berpasangan. Risalahnya mencerminkan prakti-praktik yang berlaku di Venesia pada masa itu, kemudian dikenal sebgai “metode Venesia” atau “metode italia”. Luca Pasioli bukanlah penemu dari pembukuan pencatatan berpasangan , tetapi Ia yang menguraikan mengenai apa yang dipraktikkan pada masa itu, Ia menyatakan bahwa tujuan pembukuan adalah” untuk memberikan informasi yang tidak tertunda kepada para pedagang mengenai keadaan aktiva dan hutang-hutangnya. Debit (adebeo) dan kredit (credito) digunakan dalam pencatatan untuk memastikan sebuah pencatatan berpasangan. Seluruh pencatatan harus berpasangan.

 

3.  Perkembangan Pembukuan Pencatatan Berpasangan

1.Sekitar abad ke – 16 teradi beberapa perubahan didalam teknik-teknik pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkannya jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda.

2. Pada abad ke – 16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodic sebagai tambahan lagi diabad ke 17 dan 18 terjadi evolusi pada personifikasi dari seluruh akun dan transaksi sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti hubungannya dan abstrak.

3. Penerapan dari system pencatatan berpasangan juga diperluas kejenis-jenis organisasi yang lain.

4. Abad ke -17 mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda.

5. Dimulai dengan East India Company diabad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan perkembangan dari perusaahan seiring dengan revolusi industry,akuntansi mendapatkan status yang lebih baik,ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya dan kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai kelangsungan,periodisitas dan accrual.

6. Pada abad ke-18 metode-metode untuk pencatatn aktiva tetap mengalami evolusi.

7. Abad ke-19 depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual. Pertengahan abad ke-19 Saliero pada tahun1915 menggunakan metode –metode depresiasi berikut ini.Metode garis lurus,metode saldo menurun,metode dana pelunasan dan anuitas,dan metode unit biaya. Setelah tahun 1930 beban depresiasi menadi lebih umum digunakan.

8. Akuntansi biaya muncul pada abad ke 19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industry.Akuntansi biaya diawali oleh pabrik-pabrik tekstil pada abad ke 15.

9. Pada akhir abad ke 19 terjadi perkembangan pada teknik-tknik akuntansi untuk embayaran dibayar dimuka dan accrual,sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodic.

10. Akhir abad ke 19 dan ke 20 terjadi perkembangan pada laporan dana.

11.Diabad ke 20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu komplek,mulai dari hitungan laba persaham,akuntansi untuk perhitungan bisnis,akuntansi untuk inflasi,sewa jangka panjang dan pension,sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan.

 

 

 

 

  1. A.    PERKEMBANGAN PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI DI AMERIKA SERIKAT

 

  1. 1.      Tahap konrtibusi Manajemen (1900-1933)

Pengaruh manajemen di dalam formulasi prinsip-prinsip akuntansi muncul dari meningkatnya jumlah pemegang saham dan peranan ekonomi dominan yang dimainkan oleh perusahaan-perusahaan industrisetelaah tahun 1900.

Pemain utama pada masa itu adalah asosiasi akuntan prefesional, American Institute of Accountants (AIA), pada tahun 1917 menetapkan suatu dewan pemeriksa ( Board of Examiners) untuk membuat suatu ujian CPA yang seragam, dan Bursa Efek New York, yang sejak tahun 1900 mensyaratkan seluruh perusahaan yang masuk bursa saham untuk menerbitkan laporan keuangan tahunan.

Kejadian penting yang lain dimasa itu adalah meningkatnya dampak dari teori akuntansi terhadap perpajakan atas laba usaha. Meskipun undang-undang tahun 1913 telah memberikan dasar kalkulasi laba pajak kena pajak dengan dasar penerimaan dan pengeluaran kas, undang-undang tahun 1918 adalah yang pertama yang mengakui peranan dari prosedur akuntansi di dalam penentuan laba kena pajak.seperti yang dinyatakan di dalam seksi 212 (b) dari undang-undang tersebut.

  1. 2.       Tahap Kontribusi Isnstitusi (1933-1959)

Tahap ini ditandai dengan adanya pembuatan dan peningkatan peranan industry di dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi. Hal ini meliputi Pendirian Securities and Exchange Commission (SEC), Persetuan atas “ prinsip-prinsip umum “ oleh AIA dan peran baru yang dimainkan oleh Komite Prosedur Akuntansi ( Committee on Accounting Procedures_CAP ) masing-masing akan ditinjau dibawah ini.

  1. Pada tahun 1934, Kongres menciptakan SEC dengan tugas untuk mengelola beragam hukum-hukum investasi federal, termasuk undang-undang Sekuritas pada tahun 1933 yang mengatur penerbitan sekuritas dipasar-pasar antar Negara bagian dan undang-undang sekuritas tahun 1934 yang mengatur perdagangan sekuritas.
  2. Setelah publikasi yang dilakukan oleh Ripley didalam satu artikel yang mengkritik teknik-teknik pelaporan sebagai sesuatu yang memperdayakan, George o. May, Kebangsaan Inggris mengusulkan agar Institusi Akuntan Publik Berserikat Amerika   (American Institute of Certified Public Accounting_AICPA)memulai sebuah usaha kerja sama dengan bursa efek. Komite Mengusulkan percobaan resminya yang pertama untuk mengembangkan tehnik-tehnik akuntansi yang berlaku umum. Dikenal sebagai “ prinsip-prinsip umum”
  3. Setelah diterbitkannya ASR no.4 oleh SEC, yang menentang profesi akuntansi untuk “ memberikan dukungan subtansial dari yang berwenang” bagi prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku, dan meningkatnya kecaman dari Asosiasi Akuntansi Amerika  (American Accounting Association ) dan para anggotanya yang baru saja dibentuk, instuti selanjutnya pada tahun 1938 memusteskan member kuasa kepada Komite Prosedur akuntansi ( Committee Accounting Procedure _CAP) untuk mengumumkan keputusanya. CAP menerbitkan 12 Accounting Research Bulletins (ARB) selama periode 1938-1939

      3 . Tahap Kontribusi Profesional (1959-1973)

              Ketidak puasan terhadap CAP dengan sangat jelas diungkapkan oleh presiden AICPA,  Alvin R. Jennings, dengan pertanyaan mengenai “ seberapa sukseskah kita dalam mempersempit area-area yang memiliki perbedaan dan ketidakkonsistenan di dalam pembuatan dan penyajian dari informasi keuangan.” Suatu Komite Khusus yang dibuat di tahun 1957 dan 1958 mengusulkan untuk melakukan pembubaran CAP dan departemen Risetnya. AICPA menerima rekomendasi dari komite dan mendirikan di tahun 1959, Dewan Prinsip Akuntansi (Accounting Principles Board_APB) dan Divisi Riset Akutansi ( Accounting Research Division )dengan misi untuk memajukan pernyataan tertulis dari apa yang dinyatakan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum . Accounting Research Division melanjutkn dengan publikasi daari proses yang masih diperdebatkandengan sengit yang bergantung pada pemberian alas an mengenai deduksi.

              APB juga menerbitkan berbagai opini mengenai isu-isu konvensional , mencapai  jumlah 31 Opini antara tahun 1959 dan 1973. Asosiasi Akuntansi Amerika juga ikut berpartisipasi di dalam proses ini melalui beberapa studi riset dan percobaan untuk mengembangkan suatu pernyataan yang terintegrasi dari teori akuntansi dasar usaha-usaha yang dilakukan tidak selalu berhasil, APB sndiri ditentang dan dikritik untuk:

–          Opini yang terbatas, konvensional atau ad hoc, termasuk APB 8 mengenai akuntansi pension, APB 11 mengenai alokasi pajak penghasilan, serta APB 2 dan 4 mengenai kridit pajak investasi.

–           Kegagalan untuk memecahkan masalah mengenai akuntansi bagi kombinasi bisnis dan goodwill.

              Anggapan bahwa terdapat mata rantai antara profesi dengan APB juga tidak membantu. Intervensi dari asosiasi dan agen-agen profesi dalam formulasi suatu teori akuntansi di picu oleh usaha-usaha untuk melenyapkan tehnik-tehnik yang tidak diketaui dan untuk ehnik-tehnik yang dapat diterima. Sekali lagi  ketergantungan terhadap asosiasi dan agen-agen seperti diatas bukannya tidak memiliki konsekwensi , seperti hal-hal berikut :

–          Asosiasi dan keagenan tidak berstandar pada kerangka kerja teoritis yang telah dibuat

–          Wewenamg atas pernyataan tidak dinyatakan dengan jelas

–          Adanya perlakuan alternative  memungkinkan adanya flekdibilitas didalam pemilihan teknik-teknik akuntansi.

              Ketidakpuasan akibat adanya intervensi profesional, seperti yang telah diungkapkan dalam tulisan oleh Briloff, adalah suatu cara yang efektif dalam menarik perhatian masyarakat umum akan adanya penyalahgunaan akuntansi yang mendominasi beberapa laporan tahunan tertentu.

 

  1. 4.      Tahap Politisasi (1973-sekarang)

              Keterbatasan yang dimiliki asosiasi professional maupun manajemen dalam memformulasikan suatu teori akuntansi telah mengarah kepada pengadopsian suatu pendekatan yang lebih deduktif sekaligus melakukan politisasi atas proses penetapan stndarnya_sebuah situasi yang diciptakan oleh pandangan yang  berlaku secara umum bahwa angka-angka akuntansi mempengaruhi prilaku berekonomi dan sebagai konsekuensinyaaturan-aturan akuntansi hendaknya dibuat dalam area politik.

              Sejak awal FASB telah menerapkan sebuah pendekatan deduktif dan quasi politikn dalam formulasi dari prinsip-prinsip akuntansi. Hal yang dilakukan oleh FASB mendapatkan nilai yang lebih baik, pertama, dengan adanya usaha untuk mengembangkan suatu kerangka kerja teoritis atau kesepakatan dalam akuntansi, kedua dengan lahirnya berbagai kelompok yang berkepentingan , yang kontribusinya diperlukan bagi penerimaan umum atas standar baru. Oleh sebab itu proses penetapan standar memiliki aspek politis didalamnya.

              Hubungan dari organisasi-organisasi besar menyarankan agar “delapan besar” dan AICPA  memiliki kendaki atas standar-standar akuntansi yang di setujui oleh SEC. setelah menerangkan perlunya pemerintahan federal memastikan bahwa perusahaan yang dimilki public benar-benar bertanggung jawab kepada masyarakat.

  1. C.    AKUNTANSI DAN KAPITALISME

 

              Akuntansi dan kapitalisme saling dikaitkan oleh beberapa sejarawan ekonomi dengan adanya klaim umum bahwa pembukuan pencatatan berpasangan adalah suatu hal yang vital dalam perkembangan evolusi dari kapitalisme.

 

              Hubungan antara akuntansi dan kapitalisme selanjutnya dikenal sebgai tesis atau argument sombart .Ia mengemukakan bahwa transformasi aktiva menjadi nilai-nilai abstrak dan ekspresi kuantitaif dari aktivitas bisnis,dan akuntansi yang sistematis dalam bentuk pembukuan pencatatan berpasangan membuat adanya kemungkinan untuk seorang wirausahawan yang kapitalis untuk merencanakan,melakukan,dan mengukur dampak dari aktivitas yang ia lakukan serta melakukan pemisahan dari pemilik dan bisnis itu sendiri,sehingga memungkinkan adanya pertumbuhan bagi perusahaan.

 

              Empat alasan berikut ini umumnya muncul untuk menjelaskan peranan dari pencatatan berpasangan didalam ekspresi ekonomi setelah berakhirnya abad pertengahan:

  1. Pencatatan berpasangan memberikan kontribusi bagi munculnya satu sikap baru atas kehidupan ekonomi.
  2. Semangat baru melakukan akuisisi ini didukung dan didorong oleh adanya perbaikan dari perhitungan-perhitungn ekonomis.
  3. Rasionalisme baru ini kian ditingkatkan lagi dengan adanya organisasi yang sistematis.
  4. Pembukuan pencatatan berpasangan mengijinkan adanya pemisahan atas kepemilikan dan manajemen dan karenanya meningkatkan pertumbuhan dari perusahaan besar dengan saham gabungan.
  5. D.    RELEVANSI SEJARAH AKUNTANSI

 

Sejarah akuntansi penting bagi pedagogi,kebijakan,dan praktik akuntansi.sejarah

kemungkinan kita untuk dapat memahami mas kini dan meramalkan atau mengendalikan masa depan kita.Sejarah akuntansi dapat dinarasikan oleh episode-episode yang saling berhubungan dengan suatu cara tertentu.spesifik,dan non analitis.dengan uraian mengenai teori keilmuan,pekerjaan individu yang unik,system nilai mereka dan kritik yang diberikan pada pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan atau interpretasional dengan memberikan penjelasan dari episode-episode tersebut.

            Relevansi sejarah akuntansi terhadap praktik,kebijakan dan pedagogi akuntansi menuntut lebih banyak pertanyaan yang dilontarkan mengenai sejarah akuntansi.Area yang didiskusikan dari riset sejarah ini akan mencakup area-area seperti biografi,sejarah institusional,perkembangan pemikiran,sejarah umum,sejarah penting.taksonomi dan basis data bibiografi,dan historiografi.

 

  1. E.     ISU-ISU AKUNTANSI INTERNASIONAL

 

  1. 1.      Defenisi akuntansi internasional

Weirich dan beberapa penulis lain memberikan klarifikasi yang bermanfaat atas definisi-definisi ini,dengan mengidentifikasi tiga konsep utama:

–          Akuntansi untuk induk perusahaan-anak perusahaan diluar negeri atau akuntansi untuk anak perusahaan.

–          Akuntansi komparatif atau internasional

–          Akuntansi universal atau dunia

Konsep dari akuntansi universal atau dunia adalah yang paling luas ruang lingkupnya.Konsep ini mengarahkan akuntansi inetrnasional menuju formulasi dan studi atas satu kumpulan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara universal. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu standardisasi lengkap atas prinsip-prinsip akuntansi secara internasional.

Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional didalam akuntansi. Hal ini meliputi:

–          Kesadaran akan adanya keragaman internasional didalam akuntansi perusahaandan praktik-praktik pelaporan

–          Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing Negara.

–          Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan keuangan

 

Akuntansi internasional mencakup dua pendekatan deskriptif dan informative.menurut konsep ini,akuntansi internasional meliputi seluruh jenis prinsip,metode dan standar akuntansi yang dimiliki oleh semua Negara.

 

Munculnya paradigma baru didalam akuntansi internasional memperluas kerangka kerja dan pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional.sebagai akibatnya terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memutuskan hal-hal berikut:

  1. Teori universal atau dunia
  2. Teori multinasional
  3. Teori komparatif
  4. Teori transaksi-transaksi internasional
  5. Teori translasi

Masing-masing teori diatas memberikan dasar bagi pengembangan dari sebuah kerangka kerja konseptual untuk akuntansi internasional meskipun aka terdapat argumentasi mengenai teori yang manakah akan lebih disukai yaitu tiga teori yang pertama memiliki lebih banyak pengikut daripada dua teori sisanya.

Kondisi-kondisi lingkungan dapat dipastikan akan memberikan dampak kepada penentuan dari standar akuntansi yang mencakup hal-hal berikut ini:

  1. Relativisme cultural: dimana konsep-konsep akuntasi disuatu Negara tertentu adalah sama uniknya dengan cirri-ciri kebudayaan lainnya.
  2. Relativisme linguistic dimana akuntansi sebagai suatu bahasa dengan sifat leksikal dan tata bahasanya akan mempengaruhi perilaku linguistic dan non linguistic dari para penggunanya.
  3. Relativisme politik dan sipil dimana konsep-konsep akuntansi disetiap Negara manapun akan bergantung kepada konteks politik dan sipil dari Negara tersebut.
  4. Relativisme ekonomi dan demografis dimana konsep-konsep akuntasi disetiap Negara manapun akan bergantung kepada konteks ekonomi dan demografis dari Negara tersebut.
  5. Relativisme hokum dan perpajakan dimana konsep-konsep akuntansi disetiap Negara manapun akan bergantung kepada dasarhukum dan perpajakan dari setiap Negara tersebut

 

  1. 2.      Harmonisasi standar akuntansi

 

  1. a.      Arti harmonisasi standar akuntansi

istilah harmonisasi sebagai kebalikan dari standardisasi memiliki arti sebuah rekonsiliasi atas berbagai sudut pandang yang berbeda.istilah ini lebih bersifat sebagai pendekatan praktis dan mendamaikan daripada standardisasi,terutama jika standardisasi berarti prosedur-prosedur yang dimiliki oleh satu Negara hendaknya harus diterapkan oleh semua Negara yang lain. Harmonisasi menjadi suatu bagian yang penting untuk menghasilkan komunikasi yang lebih baik atas suatu informasi agar dapat diartikan dan dipahami secara internasinal.

  1. b.      Manfaat dari harmonisasi

Terdapat bermacam-macam keuntungan dari harmonisasi pertama bagi banyak Negara,belum terdapat suatu standar kodifikasi akuntansi dan audit yang memadai.Kedua internasionalisasi yang berkembang dari perekonomian dunia dan meningkatnya saling ketergantungan dari Negara-negara didalam kaitannya dengan perdagangan dan arus investasi,internasional adalah argumentasi yang utama dari adanya suatu bentuk standar akuntansi daan audit yang berlaku secara inernasional. Ketiga adanya kebutuhan dari perusahaan perusahaan untuk memperoleh modal dari luar,mengingat tidak cukupnya jumlah laba ditahan untuk mendanai proyek-proyek dan pinjaman-pinjaman luar negeri yang tersedia,telah meningkatkan kebutuhan akan harmonisasi akuntansi.

   

  1. B.        Batasan pada harmonisasi

            Argumentasi berikut ini pada umumnya dikemukakan untuk membenarkan sikap pesimistis ini: Pertama pemungutan pajak bagi semua Negara adalah sumber permintaan yang terbesar akan adanya jasa-jasa akuntansi,karena system pemungutan pajak berbeda-beda secara internasional,dengan mudah dapat diperkirakan bahwa ia akan mengarah kepada perbedaan didalam prinsip-prinsip dan system akuntansi yang digunakan secara internasional. Kedua kebijakan-kebijakan akuntansi hamper selalu dibuat untuk mencapai sasaran politik ataupun ekonomi yang kompatibel dengan system perekonomian atau politik yang menyertai disuatu Negara tertentu. Karena hanya sedikit harapan untuk memenuhi satu system polotik atau ekonomi tunggal secara internasional,dapat diperkirakan bahwa perbedaan-perbedaan yang terjadi didalam system politik dan ekonomi akan terus menjadi halangan bagi harmonisasi akuntansi internasional. Ketiga beberapa rintangan bagi harmonisasi internasional diciptakan oleh para akuntan itu sendiri melalui persyaratan lisensi nasional yang ketat.

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. A.    KESIMPULAN

 

Makalah ini menyajikan segi-segi yang penting dari sejarah dan perkembangan akuntansi.Evolusi historis dari akuntansi akan memberikan petunjuk dan penjelasan mengenai sebagian besar kejadian-kejadian penting yang membentuk kemunculan dari pembukuan pencatatan berpasangan dan perkembangan dari akuntansi modern.

           

Hal ini meningkatkan kemampuan orang yang berminat terhadap disiplin ilmu akuntansi dalam membuat pertimbangan dengan dasar yang lebih luas dan berdasarkan informasi. Disamping itu akan meningkatkan kita untuk menghubungkan masa lalu dengan apa yang telah dipraktikan dan apa yang seharusnya dipraktikan,atau dengan kata lain mata rantai antara kondisi historis dan kedua kondisi positif dan normative,Sebuah mata rantai yang mendukung pandangan dari sejarah sebagai suatu produk cultural yang diperoleh dari konteks penuh lingkungan social,politik,ekonomi dan temporal.

 

  1. B.     SARAN

           Kita sebagai seorang calon sarjana akuntansi atau orang yang mempelajari dan memperdalam ilmu akuntansi sudah sepantasnya kita mengetahui dan memahami sejarah dan perkembangan akuntansi.

  1. C.    KRITIK

           Kami selaku pembuat makalah merasa masih banyak terdapat kekurangan disana sini , jadi  kami mohon kritik dan sarannya demi tercapainya kesempurnaan di masa yang akan datang.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Yadiati,Winwin.2007.Teori Akuntansi Suatu Pengantar.Jakarta:Kencana

Riahi,Ahmed.2006.Accounting Theory.Jakarta:Salemba Empat

Niswonger,Warren,Dkk.1999.Prinsip-Prinsip Akuntansi.Jakarta:Erlangga

 

 

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s