gambaran sifat-sifat akuntansi

Akuntansi

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.   Latar Belakang

Banyaknya pendapat tentang Akuntansi mengakibatkan banyaknya perdebatan dikalangan kita. Mengenai apakah akuntansi itu sebagai ilmu atau seni, dan banyak orang yang tidak mengerti peranan akuntansi itu sendiri. Akuntansi sebagai seni bahwa akuntansi meliputi beragam teknik yang dianggap berguna  untuk bidang – bidang tertentu. Adanya riset dan praktik yang menjadikan akuntansi sebuah ilmu yang lengkap. Mereka yang berpendapat bahwa akuntansi sebagai seni menyarankan agar keahlian akuntansi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pedagang yang baik harus diajarkan dan memerlukan pendekatan logistic terhadap akuntansi.sifat – sifat dari praktik akuntansi meliputi kejujuran, kepedulian, sensitive terhadap nilai kerja sama dan konflik, komunikatif, serta penyebaran informasi ekonomi dengan memberikan informasi mengenai ekonomi untuk pengambilan keputusan. Akuntansi yang diajarkan apakah sebagai ilmu atau keahlian akan mempengaruhi cara pandang terhadap bidang studi akuntansi. Praktik dan proses akuntansi sangat perlu diperhatikan dan dipahami bagaimana karakteristik sifat dan peranan akuntansi , prinsip – prinsip akuntansi serta siklus akuntansi.

 

  1. B.   Tujuan

Peranan dari akuntansi dapat memberikan informasi mengenai lingkungan prilaku ekonomi yang diakibatkan oleh aktivitas – aktivitas perusahaan dalam lingkungannya. Dari siklus akuntansi dapat diketahui laporan keuangan perusahaan atau lembaga lainnya mengenai laporan posisi keuangannya, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan investasi dan distribusi kepada pemilik.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.          Pengertian Akuntansi

Menurut AICPA (American Institute of Certified Publik Accountants), Akuntansi adalah suatu seni pencatatan,pengklasifikasian,dan pengikhtisaran dalam cara yang signifikan dan dinyatakan dalam nilai mata uang,semua transaksi serta kejadian yang paling tidak sebagian bersifat finansial dan dari catatan itu dapat ditafsirkan hasilnya.

Menurut AAA (American Accounting Association), Akuntansi adalah proses mengidentifikasi/mengenali,mengukur,mengomunikasikan,dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

 

  1. B.          Gambaran dari sifat – sifat akuntansi

Menurut Belkaoui (1986) beberapa gambaran sifat-sifat akuntansi :

  1. Akuntansi sebagai suatu ideologi

Bahwa akuntansi sebagai alat untuk melegitimasi keadaan dan struktur sosial,ekonomi dan politik kapitalis. Akuntansi dianggap sebagai mitos,simbol, dan ritus yang berperan menciptakan aturan simbolis tempat masyarakat berintegrasi.

Iwan Triono (2000) menganggap bahwa akuntansi itu tidak bebas nilai,akuntansi juga telah dijadikan sebagai suatu alat untuk melegitimasi dan mendukung ideologi kapitalis,materialis atau penguasa organisasi. Oleh karena itu menurut beliau kalau ideologi seseorang berbeda, dengan ideologi yang melahirkan akuntansi konvensional,yaitu kapitalisme,maka mestinya konsep akuntansinya pasti akan berbeda. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Gambling dan Karim (1987) yang memberikan teori colonial model. Yang menganggap bahwa ,jika suatu masyarakat memiliki ideologi atau pandangan hidup islam,maka masyarakatnya akan menggunakan konsep ini dalam kegiatan sosial dan ekonominya,sehingga akan membentuk akuntansi dan teori akuntansinya sendiri yang berbasis ideologinya.

  1. Akuntansi sebagai bahasa

Akuntansi merupakan bahasa perusahaan yang dapat berbicara(berkomunikasi) sendiri tentang suatu perusahaan atau organisasi yang dilaporkannya.

 

 

  1. Akuntansi  sebagai catatan historis.

Akuntansi dianggap sebagai wahana untuk memberikan gambaran sejarah organisasi dan transaksi yang dilakukan dengan lingkungannya pada masa lalu. Catatan ini merupakan gambaran bagaimana manajemen mengelola kekayaan pemilik. Transaksi yang lalu itu dicatat, dibukukan dan dilaporkan melalui laporan keuangan.

  1. Akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini.

Akuntansi dianggap dapat memberikan gambaran realitas ekonomi perusahaan pada saat ini. Sehingga laporan akuntansi dianggap menggambarkan situasi ekonomi perusahaan pada saat sekarang sehingga sistem akuntansi harus menggunakan harga saat ini (current value).

  1. Akuntansi sebagai sistem informasi.

Akuntansi merupakan teknik yang menggambarkan proses yang menghubungkan sumber data melalui channel komunikasi dengan para penerima informasi.

  1. Akuntansi sebagai komoditi.

Akuntansi keuangan harus mampu merespons kebutuhan para pemakai agar tetap menjadi komoditi yang laku dipasaran. Jika akuntan hanya mampu mengetahui proses pembukuan maka akuntansi tidak akan bernilai komoditi. Sehingga saat ini akuntansi sebagai komoditi mendapat ujian dengan adanya perkembangan ilmu komputer yang telah mengambil ahli perangkat teknologi misalnya komputer telah membantu dalam proses pembuatan transaksi menjadi laporan keuangan.

  1. Akuntansi sebagai sistem pertanggungjawaban.

Akuntansi sebagai media untuk mempertanggungjawabakan pengelolaan suatu perusahaan atau lembaga kepada principal. Dengan adanya akuntansi, sumber- sumber kekayaan, yang dikelola dapat ditelusuri, dapat diketahui arus masuk dan keluarnya, serta hasil yang diperoleh dari transaksi yang terjadi beserta posisi masing-masing kekayaan pada suatu tanggal tertentu dan hasil usahanya pada suatu periode. Gambaran ini mencakup dalam laporan keuangan yang berfungsi baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.

  1. Akuntansi sebagai teknologi

Bambang Sudibyo (1987) mengajukan argumen tentang posisi akuntansi sebagai teknoligi dan bukan sebagai science dan art. Menurut beliau akuntansi itu adalah bagian dari praktik,sedangkan jika akuntansi dianggap sebagai teori,maka untuk bisa dipakai mempengaruhi sosial harus terlebih dahulu di olah menjadi teknologi. Teknologi secara langsung akan dapat mengubah sosial, teknologi bisa menjembatani antar teori dengan praktik. Menurut subdibyo akuntansi adalah teknologi perangkat lunak. Akuntansi tidak ditujukan untuk menerangkan dan meramalkan perilaku variabel-variabel, sosial/ekonomi tertentu melainkan untuk mengendalikan variabel. Guna memperbaiki status ekonomi karenanya status sosial dari perilakunya. Wujud yang lebih konkrit dari akuntansi sebagai perangkat lunak adalah bahwa akuntansi merupakan disiplin rekayasa informasi dan pengendalian (kontrol) keuangan.

 

  1. C.           Sifat Dasar Akuntansi

Sifat yang mendasari akuntansi  merupakan konsep yang harus diyakini kebenarannya sebagai dasar ilmu akuntansi itu dibangun. Dalam APB (Accounting Principle Board) statement No.4 dijelaskan beberapa sifat dasar dari akuntansi sebagai berikut.

1)      Accounting Entity

Dalam menyusun informasi akuntansi, yang menjadi fokus pencatatan akuntansi adalah entity atau lembaga, unit organisasi tertentu yang harus jelas sebagai suatu entity yang terpisah dari badan atau entity yang lain.

2)      Going Concern

Dalam menyusun laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan (entity) yang dilaporkan akan terus beroperasi dimasa yang akan datang.

3)      Measurement

Akuntansi adalah sebagai alat pengukuran sumber-sumber ekonomi (economic Resources) dan kewajiban (liability) beserta perubahannya yang terjadi akibat operasi perusahaan. Akuntansi mengukur nilai suatu aset, kewajiban, modal, hasil, dan biaya.

4)      Time period

Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu tertentu, tanggal tertentu atau periode tertentu. Neraca menggambarkan nilai kekayaan, utang, dan modal pada saat atau pada tanggal tertentu. Laporan laba rugi menggambarkan informasi hasil (pendapatan dan biaya) usaha pada periode tertentu. Sementara itu, laporan Arus Kas menggambarkan informasi arus kas masuk dan keluar pada periode tertentu, dari satu tanggal ke tanggal lain.

 

 

5)      Monetery unit

Pengukuran yang dipakai dalam akuntansi adalah dalam bentuk ukuran moneter atau uang.

6)      Accrual

Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditetapkan tanpa melihat apakah transaksi kas telah dilakukan atau tidak.

7)      Exchange price

Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada harga pertukaran yang diperoleh dari harga pasar sebagai pertemuan bargaining antara pembeli (demand) dan penjual (supply).

8)      Approximation

Adanya penafsiran – penafsiran, baik nilai, harga, umur, jumlah penyisihan piutang, kerugian dan sebagainya.

9)      Judgment

Dalam menyusun laporan keuangan banyak diperlukan pertimbangan – pertimbangan akuntan atau manajemen berdasarkan keahlian atau pengalaman yang dimilikinya.

10)  General purpose

Informasi yang disajikan dalam keuangan yang dihasilkan akuntansi keuangan ditujukan buat pemakai secara umum, bukan pemakaian khusus. Tidak ditujukan khusus kepada bankir, investor, kreditor, analis, manajemen, atau karyawan, tetapi kesemua pihak.

11)  Interrelated statement

Neraca, Datar Laba Rugi, dan Laporan Sumber dan penggunaan kas mempunyai hubungan yang sangat erat dan berkaitan satu sama lain. Ini merupakan salah satu alat kontrol akuntansi akuntansi sehingga tidak mudah melakukan rekayasa laporan begitu saja tanpa memperhatikan hubungan satu pos (akun) dengan pos lainnya.

12)  Substance over form

Akuntansi memberikan informasi yang dipercaya bagi pengambil keputusan, akuntansi lebih menekankan penggunaan informasi yang berasal dari kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada bukti legalnya. Misalnya, dalam akta notaris modal disetor penuh, tetapi kenyataan setoran (transaksi) belum ada.

 

13)  Materiality

Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting dan dalam setiap pertimbangan yang dilakukannya tetap melihat signifikannya.

 

  1. D.          Prinsip – prinsip Akuntansi

Prinsip-prinsip akuntansi itu antara lain :

  1. Prinsip biaya

Yaitu dasar penilaian yang sesuai untuk mengakui akuisisi dari seluruh barang dan jasa,beban,biaya,dan ekuitas. Dengan kata lain suatu transaksi dinilai pada harga pertukaran pada tanggal akuisisi dan dicatat dalam laporan keuangan pada nilai itu atau pada nilai setelah amortisasi.

  1. Prinsip pendapatan

Pendapat berasal dari penjualan barang dan penyerahan jasa serta diukur dengan pembebanan yang dikenakan kepada pelanggan,klien,atau penyewa untuk barang dan jasa yang disediakan bagi mereka. Pendapatan juga mencakup keuntungan dari penjualan atau pertukaran aktiva ( selain saham yang diperdagangkan), bunga,dan dividen yang diperoleh dari investasi,dan peningkatan lainnya dalam ekuitas pemilik kecuali yang berasal dari konstribusi modal dan penyesuaian modal.

  1. Prinsip pengaitan

Menganggap bahwa beban sebaiknya diakui dalam periode yang sama dengan pendapatan terkait yaitu pendapatan diakui dalam suatu periode tertentu menurut prinsip pendapatan, dan beban terkait kemudian diakui.

  1. Prinsip objektivitas

Prinsip objektivitas memiliki interpretasi yang berbeda:

  • Pengukuran objektif adalah ukuran yang bersifat tidak memihak dalam arti bahwa pengukuran tersebut bebas dari bias pribadi si pengukur.
  • Pengukuran objektif adalah pengukuran variable dalam hal bahwa pengukuran tersebut didasarkan pada bukti.
  • Pengukuran objektif adalah hasil dari kesepakatan diantara sekelompok pengamat atau tertentu.
  • Ukuran dari penyebaran distribusi pengukuran dapat digunakan sebagai indicator dari tingkat objektivitas system pengukuran tertentu.
  1. Prinsip konsistensi

Prinsip konsistensi menganggap bahwa kejadian ekonomi yang serupa sebaiknya dicatat dan dilaporkan dengan cara yang konsistendari periode ke periode. Prinsip ini mengimplikasikan bahwa prosedur akuntansi yang sama akan diterapkan kepada transaksi yang serupa sepanjang waktu. Penerapan konsep konsistensi membuat laporan keuangan menjadi lebih dapat diperbandingkan dan lebih berguna.

  1. Prinsip pengungkapan penuh

Mengharuskan laporan keuangan dirancang dan disusun untuk menggambarkan secara akurat kejadian-kejadian ekonomi yang telah mempengaruhi perusahaan selama periode berjalan dan supaya mengandung informasi yang mencukupi guna membuatnya berguna dan tidak menyesatkan bagi investor kebanyakan.

  1. Prinsip konservatisme

Prinsip konservatisme adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi dalam hal bahwa prinsip tersebut bertindak sebagai batasan terhadap penyajian data akuntansi yang relevan dan andal.

  1. Prinsip materialitas

Prinsip materialitas adalah suatu prinsip pengeculian atau modifikasi. Prinsip ini menganggap bahwa transaksi dan kejadian yang memiliki dampak ekonomi yang tidak signifikan dapat ditangani secara sangat cepat,tanpa memedulikan apakah hal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau tidak.

  1. Prinsip keseragaman dan komparabilitas

Prinsip keseragaman mengacu pada penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan-perusahaan yang berbeda. Tujuan yang diinginkan adalah untuk mencapai komparabilitas laporan keuangan dengan mengurangi keragaman yang diciptakan oleh penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda oleh perusahaan-perusahaan.

  1. Ketepatan waktu dari laba dan konservatisme akuntansi

Ketepatan waktu dari laba akuntansi adalah sejauh mana laba akuntansi periode sekarang memasukkan laba ekonomi periode sekarang. Konservatisme adalah sampai sejauh mana laba akuntansi periode sekarang secara asimetris memasukkan kerugian ekonomi,relative terhadap keuntungan ekonomi.

 

  1. E.          Siklus Akuntansi
    1. 1.      Laporan Neraca ( Balance Sheet Stayement )

Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan yang terdiri dari :

  1. Aktiva ( harta kekayaan )
  2. Kewajiban
  3. Modal pada suatu tanggal tertentu

Bentuk neraca keuangan ada 2 macam yaitu :

  1. Bentuk skontro atau daftar ( account form )
  2. Bentuk  vertical atau laporan ( report form )
    1. 2.      Laporan laba rugi ( Income Statement )

Merupakan suatu laporan sistematis yang menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu.ada 2 macam bentuk laporan laba rugi yaitu:

  • Bentuk single step
  • Bentuk multi step

Dalam praktek pembukuan di Indonesia biasa nya sering di gunakan multi step.

  1. 3.      Laporan  perubahan ekuitas ( capital statements ) dan Laporan saldo laba             ( retained earning statements )

Biasanya perusahaan perseorangan, laba atau rugi yang di peroleh perusahaan berpengaruh kepada jumlah modal pemilik.modal dapat juga berubah karna adanya tambahan investasi  dari pemilik atau pengambilan pribadi oleh pemilik.Untuk perusahaan terbatas (PT) laba atau rugi juga berpengaruh kepada jumlah laba di tahan, bukan pada modal saham.laporan ini merupakan laporan perubahan laba di tahan pada akhir periode  suatu laporan keuangan.

  1. 4.      Laporan arus kas ( statement of cash flow )

Menurut PSAK No.2 laporan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi arus kas perusahaan sebagai dasar menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan menggunakan kas.komponen laporan :

 

v  Kas, terdiri dari saldo kas dan rekening giro bank

v  Setera kas merupakan investasi yang sifat nya sangat liquid yang segera di jadikan kas.

Setara kas ( cash equivalent ) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan.

Setara Kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi persyaratan sebagi setara kas, suatu investasi harus segera dapat dirubah menjadi kas, dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki resiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Karenanya, suatu investasi pada umumnya memenuhi syarat sebagai setara kas, hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu, misalnya tiga bukan atau kurang sejak tanggal perolehannya. Investasu dalam bentuk saham tidak termasuk setara kas, kecuali substansi investasi saham tersebutadalah setara kas, misalnya saham preferen yang diperoleh dalam suatu periode singkat dari jumlah jatuh tenponya dan tanggal penebusan telah ditentukan.

v  Arus kas adalah arus kas masuk dan arus kas keluar

Arus kas tidak termasuk mutasi di antara pos-pos yang termasuk dalam kas atau setara kas, karena komponen tersebut lebih merupakan bagian dari pengelolaan kas entitas dan bukan sebagai bagian dari aktivitas operasi, investasi, dan pendannaan. Pengelolaan kas termasuk investasi kelebihan kas pada setara kas.

v  Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan dan aktivitas lain yang bukan investasi dan pendanaan

Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan entitas dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indicator utama untuk menentukan apakah operasi entitas dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi entitas, membayar dividen, dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Informasi tentang unsur tertentu arus kas historis, bersama dengan informasi lain, berguna dalam memprediksi arus kas operasi masa depan.

Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan entitas. Oleh karena itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi neto. Beberapa contoh arus kas dari aktivitas opearsi adalah :

  1. Penerimaan kas dari penjualan barang dan pemberian jasa;
  2. Penerimaan kas dari royalty, fees, komisi, dan pendapatan lain;
  3. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;
  4. Pembayaran kas kepada dan untuk kepentingan karyawan;
  5. Penerimaan dan pembayaran kas oleh entitas asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas, dan manfaat polis lain;
  6. Pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak pengahasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi; dan
  7. Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan (dealing).

Beberapa transaksi, seperti penjualan peralatan pabrik, dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi. Arus kas yang terkait dengan transaksi tersebut marupakan arus kas dari aktivitas inveatsi. Akan tetapi, pembayran kas untuk pabrikasi atau memperoleh asset yang dimiliki untuk dijual asalah arus kas dari aktivitas operasi. Penerimaan kas dari rental dan penjualan asset tersebut diakui sebagai arus kas dari aktivitas operasi.

Entitas dapat memiliki efek dan pinjaman yang diberikan (securities and loans) untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan, yang dalam hal ini dapat dipersamakan dengan persediaan yang khusus  dibeli untuk dijual kembali. Oleh karena itu, arus kas yang berasal dari pembelian dan diperdagangkan tersebut diklasifikasikan sebgaai aktiviats operasi. Sama halnya dengan pemberian kredit oelh lembaga keuangan, pada umumnya diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, karena berkaitan dengan aktivitas penghasil utama pendapatan lembaga keuangan tersebut.

v  Aktivitas investasi adalah aktivitas perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain.

Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan asset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah penting karena kas tersebut mencerminkan pengeluaran yang telah terjadi untuk sumber daya yang dimaksudkan menghasilkan pendapatan dan arus kas asa depan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah :

  1. Pembayaran kas untuk membeli asset tetap, asset tidak berwujud, dan asset jangka panjang lain termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan asset tetap yang dibangun sendiri;
  2. Penerimaan kas dari penjualan asset tetap, asset tidak berwujud, dan asset jangka panjang lain;
  3. Pembayaran kas untuk membeli instrument utang atau instrument akuitas entitas lain dan kepemilikan dalam ventura bersama (selain pembayaran kas untuk instrument yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan)
  4. Penerimaan kas dari penjualan instrument utang dan instrument ekuitas lain dan kepemilikan ventura bersama (selain penerimaan kas dari instrument yang dianggap setara kas atau instrument yang dimilki untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan)
  5. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan);
  6. Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diebrikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan);
  7. Pembayaran kss sehubungan dengan kontrak future, forward, opsi dan swap, kecuali jika kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan , atau jika pembayraan tersebut diklasifiksikan sebagai aktivitas pendanaan; dan
  8. Penerimaan kas dari kontrak future, forward, opsi dan swap, kecuali jika kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan, atau jika pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

Jika suatu kontrak dimaksudkan untuk lindung nilai posisi arus kas terindentifkasi, maka arus kas dari kontrak tersebut diklasifikasikan dengan cara yang sama seperti arus kas dari posisi yang dilindungi nilainya.

v  Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan

Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi kontribusi modal dan pinjaman entitas.

 

 

ex:

  • Penerimaan emisi saham
  • Obligasi
  • Pinjaman
  • Wesel
  • Hipotik
  • Pembayaran kepada pemegang saham
  • Pelunasan pinjaman

 

Metode yang di gunakan untuk menyusun laporan arus kas adalah metode langsung (direct methods)

 

  1. 5.      Catatan atas  laporan keuangan

Umum nya catatan atas laporan keuangan terbagi atas  2 bagian yaitu:

1)      Informasi umum yang meliputi nama dan alamat lengkap perusahaan, dokumen perjanjian, susunan pemilik atau pemegang saham, komposisi  pemilik modal, susun pengurus.

2)      Kebijakan akuntansi meliputi prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi, metode, system dan prosedur yang digunakan manajemen dalam peyusunan dan penyajian laporan keuangan ( PSAK No 1 )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran dalam cara yang signifikan dan dinyatakan dalam nilai mata uang, semua transaksi serta kejadian yang paling tidak bersifat finansial dan dari catatan itu dapat ditafsirkan hasilnya.

Menurut Belkaoui (1986) beberapa gambaran sifat-sifat akuntansi adalah sebagai berikut: akuntansi sebagai ideologi, akuntansi sebagai bahasa, akuntansi sebagai catatan historis, akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini, akuntansi sebagai sistem informasi, akuntansi sebagai komoditi, akuntansi sebagai sistem pertanggungjawab, akuntansi sebagai teknologi.

Prinsip-prinsip akuntansi yaitu prinsip biaya, prinsip pendapatan, prinsip pengaitan, prinsip objektivitas, prinsip konsistensi, prinsip pengungkapan penuh, prinsip konservatisme, prinsip keseragaman dan komparabilitas, ketepatan waktu dari laba dan konservatisme akuntansi.

Laporan neraca menggambarkan keadaan masa kini, laporan laba rugi menggambarkan keadaan masa lalu, dan laporan perubahan dana atau kas menggambarkan keadaan yang akan datang. Akuntansi sebenarnya lebih dominan pemakainya dipasar modal. Informasi akuntansi yang disajikan melalui laporan keuangan merupakan media utama bagi investor dipasar modal untuk memberikan keputusan ekonomis tentang pilihan investasi yang akan dilakukannya dipasar modal. Siklus akuntansi itu sendiri antara lain laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan saldo laba, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan.

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s