Akuntansi Keprilakuan

Nama:Jeni Siska

Nim:10973005829

Jurusan/Semester:Akuntansi/VI

Mapel:Akuntansi keprilakuan

Judul:Konsep Keprilakuan dari Psikologi dan Psikologi Sosial

 

BAB III

Konsep Keprilakuan dari Psikologi dan Psikologi Sosial

 

A. Sikap

Sikap bukanlah prilaku namun sikap menghadirkan suatu siap kesiagaanuntuk tindakan yang mengarah pada prilaku.Oleh karena itu, sikap merupakan wahana dalam membimbing prilaku. Sikap tidak sama dengan nilai tapi keduanya saling berhubungan.

Komponen Sikap

Sikap disusun oleh komponen teori,emosional, dan prilaku.Komponen emosional atau efektif mengacu pada perasaan seseorang yang  mengarah pada objek sikap. Komponen prilaku mengacu pada bagaimana satu kekuatan bereaksi terhadap objek sikap.

Fungsi Sikap

Sikap memiliki 4 fungsi utama: Pemahaman,kebutuhan akan kepuasan, defensive ego dan ungkapan  nilai. Pemahaman berfungsi untuk membantu seseorang dalam memberikan maksud atau memahami situasi atau peristiwa baru.

Sikap dan Konsistensi

Setiap Individu berusaha untuk menghubungkan sikap-sikap mereka yang terpisah dan menyelaraskan sikap dengan prilaku mereka sehingga mereka kelihatan rasional dan konsisten.

Formasi Sikap dan Perubahan

Formasi sikap mengacu kepada pengembangan suatu sikap yang mengarah pada suatu objek yang tidak ada sebelumnya.Perubahan sikap mengacu pada subtitusi sikap baru untuk seseorang yang telah ditangani sebelumnya.

 

B. Beberapa Teori Terkait dengan Sikap

Teori Perubahan Sikap

Teori Perubahan Sikap dapat membantu untuk memmprediksikan pendekatan yang paling efektif. Sikap, mungkin dapat berubah sebagai hasil pendekatan dan keadaan.

 

 

Teori Pertimbangan Sosial

Teori pertimbangan social terhadap perubahan sikap mengambil pendekatan yang perceptual. Teori pertimbangan social ini merupakan suatu hasil perubahan mengenai bagaimana orang-orang menjadi suatu objek dan bukannya hasil perubahan dalam mempercayai suatu objek.

Konsisten dan Teori Perselisihan

Teori konsisten menjaga hubungan antara sikap dan prilaku dalam ketidakstabilan,walaupun tidak ada tekanan teori dalam system. Teori perselisihan adalah suatu variasi dan teori konsistensi.

Teori Disonansi kognitif

Leon Festinger pada tahun 1950-an mengemukakan teori Disonansi Kognitif. Disonansi kognitif mengacu pada setiap inkonsistensi yang dipersepsikan oleh seseorang terhadap dua atau lebih sikapnya, atau terhadap prilaku dengan sikapnya.

Teori Persepsi Diri

Teori persepsi diri menganggap bahwa orang-orang mengembangkan sikap berdasarkan bagaimana mereka mengamati dan menginterprestasikan perilaku mereka sendiri.

Teori Kebutuhan dan Kepuasan

Maslow mengembangkan suatu bentuk teori kelas. Teorinya menjelaskan bahwa maing-masing individu mempunyai beraneka ragam kebutuhan yang dapat mempengaruhi  prilaku mereka.

Teori Prestasi

Riset yang dilakukan oleh McCelland memberikan hasil bahwa terdapat tiga karakteristik dari orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi, yaitu:

  1. Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki ras tanggung jawab yang tinggi terhadap pelaksanaan suatu tugas atau pencarian suatu solusi atas suatu permasalahan.
  2. Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi cenderung menetapkan tingkat kesulitan tugas yang moderat dan menghitung resikonya.
  3. Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki keinginan yang  kuat untuk memperoleh umpan balik(feedback) atau tanggapan atas pelaksanaan tugasnya.

Teori Motivasi

Pada pertengahan tahun 1960-an, Hezberg mengajukan suatu teori motivasi yang dibagi dalam beberapa factor. Faktor-faktor ini meliputi kebijakan perusahaan, kondisi pekerjaan, hubungan perseorangan, keamanan kerja dan gaji.

Teori Keadilan

Teori keaadilan pertama kali di publikasikan oleh Adam pada tahun 1963. Teori keadilan secara umum merupakan bentuk dasar dari konsep hubungan pertukaran social.Para individu mempertimbangkan input dan output menjadi suatu nilai yang tidak sebanding.

Teori ERG

Teori dari Clayton Alderfer ini  menganggap  bahwa kebutuhan manusia tersusun di dalam suatu hirearki. Teori ERG (existence,relatedness,growth) menganggap bahwa kebutuhan manusia memiliki tiga hierarki kebutuhan, yaitu kebutuhan akan eksistensi,kebutuhan), akan keterikatan,dan kebutuhan akan pertumbuhan.

Teori Harapan

Ide dasar dari teori ini adalah bahwa motivasi ditentukan oleh hasil yang diharapkan akan diperoleh seseorang sebagaii akibat dari tindakannya.Variabel-variabel kunci dalam teori harapan adalah usaha(effort),hasil(income),harapan(expectancy).

Teori Penguatan

Teori ini mengatakan bahwa perilaku merupakan fungsi dari akibat yang berkaitan dengan perilaku tersebut. Teori penguatan memiliki konsep dasar, yaitu:

  1. Pusat perhatian adalah pada perilaku yang dapat diukur.
  2. Kontijensi penguatan,yaitu berkaitan dengan urutan-urutan stimulus,tanggapan, dan konsekuesi dari perilaku yang di timbulkan.
  3. Semakkin pendek interval waktu antara tanggapan atu repons karyawan(misalnya prestasi kerja) dengan pemberian penguatan(imbalan), maka semakin besar pengaruhnya terhadap perilaku.Terdapat tiga jenis penguatan yang dapat digunakan oleh manajer untuk memodifikasi motivasi karyawan, yaitu penguatan positif, penguata negative dan hukuman.

 

Teori Penetapan Tujuan

Teori ini dikembangkan oleh Edwin Locke(1986). Teori ini menguraikan hubungan antara tujuan yang ditetapkan dan prestasi kerja. Konsep dasar dari teori ini adalah bahwa karyawan yang memahami tujuan (apa yang diharapkan organisasi terhadapnya) akan terpengaruh perilaku kerjanya.

 

 

Teori Atribusi

Teori atribusi mempelajari proses bagaimana seseorang menginterprestasikan suatu peristiwa,alasan atau sebab perilakunya.Teori ini dikembangkan oleh Fritz Heider yang beragumentasi bahwa prilaku seseorang ditentukan oleh kombinasi antara kekuatan internal, yaitu factor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, sepperti kemampuan atau usaha, dan kekuatan eksternal, yaitu factor-faktor yang berasal dari luar, seperti kesulitan dalam pekerjaan atau keberuntungan.

Teori Agensi

Riset akuntansi keprilakuan yang menggunakan teori agensi mendasarkan pemikirannya atas adanya perbedaaninformasi antara atasan dan bawahan, antara kantor pusat dan kantor cabang, atau adanya asimetri informasi yang memengaruhi penggunaa system akuntansi.Teoraldri ini secara umum mengasumsikan bahwa principal bersifat netral terhadap resiko sementara agen bersifat menolak usaha dan resiko.

Pendekatan Dyadicn

Pendekatan tersebut menyatakan bahwa ada dua pihak, yaitu atasan(superior) dan bawahan(subordinate), yang berperan dalam proses evaluasi kinerja. Pendekatan tersebut juga mengakui bahwa atasan kemungkinan tidak memperlakukan seluruh bawahannya secara sama. Pendekatan ini dikembangkan oleh Danserau etal pada tahun 1975.

B.Persepsi

Persepsi adalah bagaimana orang-orang melihat atau menginterprestasikan peristiwa,objek, serta manusia. Orang-orang bertindak atas dasar persepsi mereka dengan mengabaikan apakah persepsi itu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi ada tiga, yaitu factor dalam situasii,factor pada pemersepsi, dan faktor pada target.

Ranngsangan fisik vs Kecendrungan Individu

Rangsangan fisik adalah input yang berhubungan dengan perasaan, seperti penglihatan, dan sentuhan. Kecendrungan Individu meliputi alas an,kebutuhan, sikap, pelajaran dari masa lalu, dan harapan.Perbedaan persepsi antara orang-orang disebabkan karena perasaan individu yang menerimanya berbeda fungsi dan hal ini terutama sekali disebabkan oleh kecendrungan perbedaan.Oleh karena itu, kebijakan perusahaan yang sama bisa saja dirasakan berbeda oleh para pekerja produksi, para manajer tingkat  menengah dan manajer tingkat atas.

 

 

 

Pilihan, Organisasi, dan Penafsiran Rangsangan

Manusia hanya mampu merasakan seesuatau yang kecildan membagi semua rangsangan tersebut kearah yang diarahkannya. Dengan demikian, manusia bias merasa bimbang atau tidak bimbang dalam memilih apa yang dipersepsikan. Oleh karena itu, manusia terkosentrasi pada sesuatu yang dipilih dan menolak yang lain

.Keterkaitan Persepsi bagi Para Akuntan

Seorang penyelia perlu mengenali perasaan dirinya terhadap para bawahannya.Bawahan tertentu dapat ensimemengaruhi evaluasi mereka dan mereka harus waspada terhadap sumber penyimpangan persepsi ini.Dalam pengambilan keputusan karyawan, para manajer harus sesitif terhadap kemungkinan bahwa keputusan mereka menjadi bias dalam hubungannya dengan kesan pertama.

Persepsi Orang: Membuat Penilaian Mengenai Orang Lain

Pada dasarnya teori ini menyarankan bahwa jika seseorang mengamati prilaku seorang individu, orang tersebut berusaha menetukan apakah perilaku itu disebabkan oleh factor internal atau eksternal. Tetapi, penentuan tersebut sebagian besar bergantung pada tiga factor:

  1. Kekhususan(ketersendirian), merujuk apakah seorang individu memperlihatkan perilaku-perilaku yang berlainan dalam situasi yang berlainan.
  2. Konsensus, yaitu jika semua orang yang menghadapi suatu situasi yang serupa bereaksi dengan cara yang sama.
  3. Konsistensi. Disini dicari konsistensi dari tindakan seseorang. Apakah orang itu memberikan reaksi dengan cara yang sama dari waktu ke waktu.

C.Nilai

Nilai secara mendasar dinyatakan sebagai “suatu modus prilaku atau keadaan akhir dari eksistensi yang khas dan lebih disukai secara pribadi atau social dibandingkan dengan suatu modus perilaku atau keadaan akhir yang berlawanan”.

Arti Penting Nilai

Nilai dinyatakan penting karena nilai meletakkan dasar untuk memahami sikap serta motivasi dan karena nilai memengaruhi persepsi manusia.

Nilai dan Dilema Etika

Cara yang baik dan ideal dalam mengatasi dilema etika ini adalah dengan mempertimbangkan kecukupan dari kesempatan yang ada dan selanjutnya memberikan reaksi terhadap apa yang menjadi kekhawatiran didalamnya.Kesempatan dapat dilihat sebagai suatu standar etika yang diharapkan.

Nilai-nilai Sepanjang Budaya

Praktek-praktek Sosialisasi yang berbeda mencerminkan budaya yang berbeda dan tidaklah mengherankan jika menghasilkan tipe karyawan yang berlainan.

D.Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses dimana perilaku baru diperlukan.Pemelajaran terjadi sebagai hasil dari motivasi,pengalaman, dan pengulangan dalam memproses situasi.Kombinasi dari motivasi,pengalaman, dan pengulangan dalam merespon situasi ini terjadi dalam tiga bentuk pengaruh keadaan klasik,pengaruh keadaan operant, dan ppembelajaran social.

Pengondisian Keadaan Klasik

Dapat diringkaskan bahwa pengondisian klasik hakikatnya merupakan proses pembelajaran suatu respons dan suatu rangsangan yang tidak terkondisi.Dengan menggunakan rangsangan yang berpasangan, yang satu memaksam dan yang lain netral, rangsangan netral menjadi suatu rangsangan terkondisi yang kemudian meneruskan sifat-sifat dari rangsangan tidak terkondisi.

Pengondisian Operant

Pengondisian Operant menyatakan bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari konsukuensi-konsukuensi. Orang belajar untuk berprilaku untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan atau menghindari sesuatu yang tidak mereka inginkan.

Pembelajaran Sosial

Teori Pembelajaran merupakan suatu perpanjangan dari pengondisian operant, di mana teori tersebut mengandaikan perilaku sebagai suatu fungsi dari konsukuensi-konsukuensi, teori itu juga mengakui eksistensi pembelajaran observasional(lewat pengamatan) dan pentingnya persepsi dalam belajar. Orang-orang menanggapi berdasarkan bagaimana mereka membayangkan dan mendefinisikan konsukuesi-konsukuensi, bukan pada konsukuensi objektif itu sendiri.

E.Kepribadian

Kepribadian mengacu pada bagian karakteristik psilologi dalam diri seseorang yang menentukan dan mencerminkan bagaimana orang tersebut merespon lingkungannya. Kepribadian adalah intisari dari perbedaan Individu.Aplikasi utama dari teori kepribadian dalam organisasi adalah memprediksikan perilaku.

 

 

 

Penentu Kepribadian

Kepribadian seorang dewasa umumnya dianggap terbentuk dari factor keturunan dan linkungan, yang diperlunak oleh kondisi situasi.

  1. Keturunan;Pendekatan keturunan beragumentasi bahwa penjelasan palling akhir dari kepribadian seorang individu adalah struktur molekul dari gen yang terletak dalam kromosom.
  2. Lingkungan;Lingkungan yang dipaparkan pada seseorang memainkan suaatu peran yang besar  dalam membentuk kepribadian orang tersebut.
  3. Situasi;Kepribadian seseorang, walaupun pada umumnya mantap dan konsisten, berubah dalam situasi yang berbeda. Tuntutan yang berbeda dari situasi yang berlainan memunculkan aspek-aspek yang berlainan dari kepribadian seseorang.

 

Dalam bab III ini menelaah mengenai beberapa bidang utama dari konsep-konsep yang ada pada wilayah psikologi dan psikologi social. Juga telah dijelaskan konsep-konsep utama yagn terdapat di dalamnya,di mana sikap, perubahan sikap, motivasi, persepsi, pembelajaran, dan kepribadian dibicarakan. Kemudian, dilihat bagaimana hal tersebut diteraplkan terhadap system secara teoritis pada akuntansi keprilakuan, kemudian membandingkan perilaku-perilaku lain dalam organisasi.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s