Teori akuntansi dan perumusannya

       Tugas Kelompok                                                     Dosen Pembimbing 

      Teori Akuntansi                                                  Andri  Novius,SE,Msi.Ak

 

 

Teori Akuntansi dan Perumusannya

 

Disusun oleh :

Kelompok  3

HAYATI NUR AMSAL

RATNA SARI

RETNI NOVIASARI

SRI SULASTRI

 

 

 

FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SULTAN SYARIF QASIM

2012

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami ucapkan atas  kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami bisa menyelesaikan tugas kelompok mata kuliah Teori Akuntansi, yaitu makalah dengan judul “Teori Akuntansi dan Perumusannya ”.

Selanjutnya kami juga mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Bapak Andri Novius, SE, Msi, Ak sebagai dosen mata kuliah Teori Akuntansi.
  2. Kepada  Orang Tua kami yang selalu memberikan dukungan moril maupun materil
  3. Teman – teman yang telah memberikan dukungan.

Menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat berbagai kekurangan, Oleh karena itu diharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua. 

 

 

Pekanbaru, Maret  2012

 

 Penulis

 

 

 

 

 

                                                                                                                                               

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………….. 2

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………… 3

BAB I : PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah………………………………………………………………………………… 4
  2. Tujuan ……………………………………………………………………………………………………….. 4

BAB II : PEMBAHASAN

  1. Teori Akuntansi ………………………………………………………………………………………….. 5
  2. Sifat Teori Akuntansi……………………………………………………………………………………. 6
  3. Tujuan dan Fungsi Teori Akuntansi………………………………………………………………… 7
  4. Pembuatan Kebijakan  Teori Akuntansi………………………………………………………….. 8
  5. Metode Perumusan  Teori Akuntansi……………………………………………………………… 10
  6. Periodesasi  Teori Akuntansi…………………………………………………………………………. 10
  7. Pendekatan Penyusunan Teori Akuntansi……………………………………………………….. 12

BAB III : PENUTUP

  1. Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………… 17       

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………… 18

 

 

 

                                                                                                                                                           

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang Masalah

Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM – 1300 M, Tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 Msampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi..

Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai alat hitung menghitung dan sumber informasi dalam pengambilan keputusan

Teori akuntansi di kembangkan dan di saring lewat sebuah proses riset akuntansi. Hasil riset pertama dari akuntan pendidik, dan pihak lain dari organisasi pembuatan kebijakan, kantor akuntan publik, dan sektor industri swasta yang ikut berperan penting dalam peran proses riset akuntansi. Standar dan pernyataan dan ketetapan yang di hasilkan oleh organisasi  pembuat kebijakan akan di interprestasikan dan di terapkan dalam praktek pada tingkat organisasi.

B. Tujuan

Teori akuntansi memberikan seperangkat prinsif yang logis, saling terkait, yang menbentuk kerangka umum, dan dapat dipakai sebagi acuan untuk menilai dan mengembangkan praktek akuntansi. Yang berfungsi Sebagi pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi, Memberi kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar resminya, Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan, Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan dan Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktek akuntansi.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Teori Akuntansi

Pada awal di praktekkannya akuntansi bahkan sampai beberapa tahun kemudian tidak ada teori akuntansi. Selama tidak adanya struktur teori akuntansi formal, maka yang terjadi adalah banyaknya alternative metode pencatatan yang berlaku dalam praktek sehingga menimbulkan kebingungan masyarakat. Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam menyajikan pandangan yang sistematis, fenomena dengan menunjukkan hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.

Teori merupakan hasil dari kristalisasi fenomena emfiris, yang diambil dari berbagai riset, dan sampai pada suatu kesimpulan  yang bersifat  universal, logis, konsisten, prediksi, dan objektif.( Hery : 2009 )

  1. Menurut  Vernon kam ( 1986 ) teori adalah suatu system yang menyeluruh, dimana meliputi asumsi dasar, defenisi, tujuan, prinsif atau standar,dan prosedur atau metode.
  2. Menurut Kenneth S.most ( 1982 ) teori adalah suatu pernyataan yang sistematis mengenai prinsif yang mendasar seperangkat fenomena.

Jadi teori akuntansi adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan yang sistematis tentang prinsif dan metode yang membedakannya dengan praktek. Berbagai pengertian teori akuntansi :

Soewardjono mengemukakan, sebenarnya banyak pengertian yang dapat di lekatkan pada kata teori dari akuntansi ( winwin yadiati : 2007 ). Beberapa pendapatannya :

1)      Teori sebagai lawan praktek, biasanya teori dalam pengertian ini di ibarat kan dengan apa yang diharapkan atau apa yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan senyatanya. Teori dianggap sebagai desain dan praktik dianggap sebagai desollen. Teori akuntansi sering diartikan sebagai seperangkat konsep – konsep yang membahas tentang bagaimana seharusnya praktik akuntansi berjalan.

2)      Teori sebagai penjelasan ilmiah, merupakan pernyataan tentang hubungan antara variabel – variabel alam atau sosial yang dapat di gunakan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala – gejala alam atau sosial.

3)      Teori sebagai penalaran logis yang melandasi praktik dalam dunia nyata. Teori ini berusaha untuk memberikan justifikasi terhadap praktik agar praktik dapat di pertanggung jawabkan kelayakannya.

 

Teori memiliki tiga dimensi yaitu :

a)      Reductionism ( pengurangan )

Teori ini dimulai dari asumsi – asumsi dimana tidak langsung menunjukkan objek yang di observasi, dan bukan merupakan pernyataan yang dapat di uji kebenarannya.tetapi teori ini merupakan bahan rujukan untuk mengamati fenomena.

b)      Instrumentalism ( instrument )

Teori ini merupakan alat yang dapat digunakan untuk menilai pernyataan tentang hasil dari suatu observasi.teori ini berperan untuk menjelaskan dan memprediksikan.

c)      Realism ( nyata )

Teori ini merupakan sekumpulan proposisi atau dalil yang merupakan pernyataan kebenaran atau tidak kebenaran tentang dunia nyata,fenomena,atau suatu objek.

  1. B.     Sifat Teori Akuntansi

Menurut Dr. Winwin Yadiati, SE, M.Si, Ak (2007) sifat teori akuntansi yaitu lebih bersifat deskriptif (positif), yaitu menjelaskan dan meramalkan variable-variabel yang diteorikan apa adanya dan preskriptif (normatif), yaitu menjelaska apa yang seharusnya atau menggambarkan variable sesuai dengan aturan tertentu dan bagaimana seharusnya.

Teori akuntansi memiliki beberapa sifat, diantaranya yaitu :

    1. merupakan seperangkat prinsip yang logis, saling terkait dan membentuk kerangka umum
    2. berkaitan erat dengan penyusunan kebijakan akuntansi
    3. harus mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda-beda satu sama lain
    4. harus dapat memberikan penjelasan mengenai praktik akuntansi, menjawab dan menjelaskan semua fenomena yang melatarbelakangi penerapan suatu metode dalam praktik akuntansi.
    5. harus dapat menjelaskan mengapa perusahaan lebih cenderung menggunakan metode LiFO dartipada FIFO dalam menilai persediaannya
    6. harus bisa memprediksi atau bahkan menemukan gejala akuntansi yang belum diketahui
    7. sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi

 

  1. C.    Tujuan dan fungsi Teori akuntansi
    1.  Tujuan  teori akuntansi

Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan seperangkat prinsif yang logis, saling terkait, yang menbentuk kerangka umum, dan dapat dipakai sebagi acuan untuk menilai dan mengembangkan praktek akuntansi.

  1.  Fungsi teori akuntansi

Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori akuntansi sebagai berikut :

a)      Menjadi pegangan bagi lembaga penyusun standar akuntansi menyusun standarnya.

b)      Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.

c)      Menentukan batas dalam hal melakukan “judgement” dalam penyusunan laporan keuangan.

d)     Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan.

e)      Meningkatkan kualitas dapat diperbandingkan.

Sedangkan hendriksen (1982) mengemukakan kegunaan teori akuntansi sebagai berikut :

a)      Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktek akuntansi.

b)       Memberikan pedoman terhadap praktek dan prosedur akuntansi yang baru

Fungsi teori akuntansi ( hery : 2009: 124 ) adalah :

  1. Sebagi pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi
  2. Member kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar resminya.
  3. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan.
  4. Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan
  5. Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktek akuntansi.

Menurut financial accounting standars board ( FASB ), teori dalam akuntansi di perlukan untuk :

1)      Mengarahkan badan penyusun standar dalam menetapkan standar akuntansi.

2)      Memberikan landasan konseptual untuk memecahkan masalah perlakuan akuntansi tertentu bila belum ada standar yang mengaturnya.

3)      Member batas keleluasaan dalam menyusun laporan keuangan

4)      Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai terhadap arti penting laporan keuangan.

5)      Meningkatkan daya banding laporan keuangan.

 

  1. D.    Pembuatan Kebijakan Akuntansi

Pembuat kebijakan akuntansi ada 5 yaitu :

  1. Kantor akuntan publik atau KAP dan individu

KAP dan individu bertanggung jawab untuk menyatakan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan disajika secara wajar atas seluruh aktifitasnya.

 

  1. American institute of ciertified public accountants (AICPA)

AICPA merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi para akuntan public bersertifikat yang ada di Amerika Serikat. Lembaga ini memiliki dua komite tekhnis senior yang mempunyai peran penting, yaitu accounting standards executive committee (AcSec) dan auditing standards committee (AuSec) yang berwenang untuk mewakili AICPA dalam menanggapi masalah akuntansi serta masalah pengauditan.

  1. The American Accounting Assocition (AAA)

AAA merupakan organisasi untuk para akuntan dari bidang akademik muapun individu yang tertarik dengan perbaikan praktik dan teori akuntansi. AAA berfungsi sebagai suatu forum akademik yang mengungkapkan berbagai pandangan isu dan topik akuntansi.

  1. The financial Accounting standard board (FASB)

FASB menggantiakan APB pada tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk menetapkan standar-standar akuntansi. FASB merupakan badan yang bersifat otoritatif denagn tugas menetapkan dan meningkatkan standar laporan akuntansi keuangan sehingga standar tersebut menaruh perhatian utama pada pencatatan informasi tentang kejadian ekonomi dan transaksi melalui cara yang berarti dalam laporan keuangan.

  1. Securities and Exchange Commission (SEC)

SEC dibentuk oleh kongres pada tahun 1934 yang bertanggung jawab menangani administrasi berbagai ketentuan yang meregulasi pasar saham dan menjamin laporan serta pengungkapan yang memadai dari setiap perusahaan di Amerika.

            Selain itu, organisasi profesi yang berperan dalam penyusunan atau pembentukan dan pengembangan standar akuntansi keuangan (SAK) di Indonesia adalah ikatan akuntansi Indonesia (IAI) sebagai satu-satunya organisasi profesi akuntansi di Indonesia.

            Ikatan akuntan Indonesia adalah organisasi profesi akuntan yang bebas dan tidak terikat pada perkumpulan apapun, didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1957, dengan Pemrakarsa yang juga menjadi pengurus IAI pertama kali adalah ketua: Soemardjo Tjitrosidojo, sekretaris: Go Tie Siem, bendahara: Basuki T. Siddharta, komisaris: Hendra Darmawan dan Tang Tong Joe

  1. E.      Metode Perumusan Teori Akuntansi

Teori akuntansi mampu merumuskan kebenaran nya, sehingga teori ini secara terus menerus harus dapat diuji dan diverifiksi. Ada 3 kriteria atau pihak atau sumber yang memiliki wewenang dalam menentukan kebenaran atau suatu teori, yaitu:

  1. 1.      Dogmatic ( kebenaran nya )

Suatu pernyataan atau teori dapat dikatakan benar jika disampaikan oleh pihak-pihak yang memang pada dasarnya memiliki wewenang (otoritas) untuk menyampaikan kebenaran tersebut. Kebenaran atas pernyataan ini tidak perlu lagi diuji. Keyakinan pada kebenaran ini hanya berdasar pada kepercayaan, keyakinan, atau iman seseorang.

  1. 2.      Self Evidence ( bukti diri sendiri )

Kebenaran dari sutu pernyataan atu teori dibuktikan lewat pengetahuan umum, pengamatan, atau pengalaman. Disini kebenaran dari suatu pernyataan atau teori akan terbukti dengan sendirinya.

  1. 3.      Scientific ( ilmiah )

Kebenaran dari suatu pernyataan atau teori dibuktikan lewat metode ilmiah. Scientific method meliputi beberapa tahap, yaitu:

  1. Mengidentifikasi masalah yang akan diteliti
  2. Membuat hipotesa
  3. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk pengujian hipotesa
  4. Menganalisis dan mengevaluasi data yang terkait dengan hipotesa
  5. Menarik kesimpulan

 

  1. F.     Periodisasi Teori Akuntansi

Periodisasi teori akuntansi dapat digolongkan menjadi 4 golongan:

  1. Pre-theory period (1492-1800)

Dalam periode ini belum ada teori akuntansi yang dirumuskan, melainkan hanya sebatas pada saran-saran atau pernyataan-pernyataan yang tidak dapat dianggap sebagai teori. Peragalo mengemukakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang dirumuskan sejak Pacioli sampai pada awal abad ke-19. kalaupun ada saran-saran atau pertanyaan-pertanyaan belum dapat digolongkan sebagai teori atau pernyataan yang sistematis.

  1. General scientific period (1800-1955)

Dalam periode ini sudah ada pengembangan teori, namun hanya berupa penjelasan terhadap praktik akuntansi. Akuntansi dikembangkan berdasatkan metode empiris yang menekankan pada hasil obsevasi atas peristiwa yang terjadi secara realitas, bukan berdasarkan logika. Dalam periode ini sudah ada pengimbangan teori yang penekanannya baru berupa penjelasan terhadap praktek akuntansi. Di sini sudah ada kerangka kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan praktek akuntansi. Laporan AAA ”A Tentative Statement of Accounting Principles Affecting Corporate Reports pada tahun 1938 serta laporan AICPA tentang A Statement of Accounting Principle (Sanders, Hatfield dan Moore) merupakan dua contoh perumusan teori akuntansi berdasarkan metode empiris atau disebut era general scientific ini.

  1. Normative period (1956-1970)

Dalam periode ini perumus teori mulai mendefinisikan norma-norma atau praktik akuntansi yang baik, dan pengembangan teori akuntansi lebih menekankan pada apa yang seharusnya. Akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti.

  1. Specific scientific period ( 1970 – sekarang )

Periode ini disebut juga sebagai era positif, dimana teori akuntansi tidak cukup hanya dengan berdasarkan pada normatif saja, tetapi juga dapat di uji kebenarannya. Perumusan atau pendefisian norma yang terjadi dalam periode sebelumnya dianggap subjektif, sehingga dapat di uji terlebih dahulu keabsahannya secaca positif. Di  tahun 1970 – an, data empiris sudah mulai banyak tersedia, demikian juga dengan tehnik – tehnik statistik yang memungkinkan untuk dilakukannya pengujian. Norma dinilai subyektif jadi harus diuji secara positif. Pendekatan normatif dikritik karena:

a)      Teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesa.

b)      Teori normatif didasarkan pada pertimbangan subyektif.

Tujuan dari pendekatan teori akuntansi positif adalah untuk menerangkan dan meramalkan praktek akuntansi.

  1. G.    Pendekatan Penyusunan Teori Akuntansi

Mengenai berbagai pendekatan dalam penyusunan teori akuntansi ini akan di uraikan pada metodologi dan berbagai pendekatan dalam perumusan teori akuntansi (Ahmad riahi – belkaoui : 2006 ) :

  1. Pendekatan nonteoretis

Pendekatan nonteoretis adalah suatu pendekatan pragmatis ( praktek ) dan pendekatan kekuasaan.

  1. Pendekatan pragmatis ( pragmatic approach )

Terdiri atas penyusunan suatu teori yang di tandai oleh kesamaan nya dengan praktik dunia nyata yang berguna dalam artian memberikan solusi yang sifatnya praktis. Berdasarkan pendekatan ini, teknik dan prinsip akuntansi seharusnya di pilih atas dasar kegunaan mereka bagi para pengguna informasi akuntansi dan relevansi mereka terhadap proses pengambilan keputusan. Kegunaan dan utility berarti sifat yang mencocokkan sesuatu untuk melayani atau memfasilitasi tujuan yang di maksud.

Pendekatan pradigmatis adalah bagian dari suatu teori akuntansi, yang berdasar pada realisasi dari pembukuan berganda yang dimuat dalam summa de arithmatica, geometria, proportioni et proportionalita dari luca pacioli, yang diterbitkan di venesia tahun 1494. Pendekatan pragmatis Terdiri dari penyusunan teori yang di tandai dengan penyesuaian praktek sesungguhnya yang bermamfaat untuk memberi saran solusi praktik. Teknik – teknik dan prinsif – prinsip akuntansi seharusnya di pilih atas dasar manfaat bagi pengguna informasi akuntansi dan keterkaitannya dengan proses pembuatan keputusan.

 

  1. Pendekatan kekuasaan ( authoritarian approach )

Untuk perumusan suatu teori akuntansi, yang terutama di pergunakan oleh organisasi professional, terdiri atas penerbitan pernyataan sebagai regulasi dari praktik – praktik akuntansi.

Kedua pendekatan ini berasumsi bahwa teori akuntansi dan  hasil tehnik akuntansi harus disebutkan dalam dasar penggunaan akhir laporan keuangan, jika akuntansi harus memiliki suatu fungsi yang berguna. Dengan kata lain, suatu teori tanpa konsekuensi praktik adalah suatu teori yang buruk.

Pendekatan teori akuntansi meresionalisasikan pilihan dari teknik – teknik akuntansi yang berdasarkan atas pemeliharaan persamaan akuntansi, yaitu persamaan neraca dan persamaan laba akuntansi.Persamaan neraca dan laba biasanya di nyatakan :

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas pemilik dan Laba Akuntansi = Pendapatan – Biaya

Dua persamaan dalam pendekatan teori akuntansi ini mengarah kepada berkembangnya dua posisi yang terdapat dalam badan penyusunan standar yaitu, posisi yang beriontasi pada neraca dan posisi yang beriontasi pada laba.

  1. Pendekatan deduktif

Pendekatan deduktif dalam penyusunan teori akuntansi di mulai dengan dalil – dalil dan konsep – konsep dasar kemudian di tarik kesimpulan berupa prosedur dan tehnik – tehnik akuntansi.

Pendekatan deduktif dalam penyusunan teori manapun di awali dengan dalil dasar dan diteruskan dengan pengambilan kesimpulan logis mengenai subjek yang dipertimbangkan. Jika kita mengamsumsikan pada titik ini bahwa dalil dasar mengenai lingkungan akuntansi terdiri atas baik tujuan maupun rumus, langkah yang digunakan untuk memperoleh pendekatan deduktif akan meliputi :

  1. Menentukan tujuan dari laporan keuangan
  2. Memilih postulat dari akuntansi
  3. Menghasilkan prinsip dari akuntansi
  4. Mengembangkan teknik dari akuntansi

Semua itu berdasarkan pada suatu formula yang benar dari tujuan akuntansi. Menurut popper, pengujian teori dapat di laksanakan dalam 4 pokok :

  1. Terdapat perbandingan logis di antara masing – masing kesimpulan, dimana konsistenan internal dari system uji  
  2. Terdapat investigasi dari bentuk logis teori dengan objek untuk menentukan apakah teori memilki karakter teori empiris atau sains.
  3. Terdapat perbandingan dengan teori lain, terutama dengan sasaran untuk menentukan apakah teori itu dapat dikatakan merupakan kemajuan ilmiah jika ia dapat melewati ujian yang kita berikan
  4. Terdapat ujian dari teori dengan cara penerapan empiris dari kesimpulan yang dapat diambil dari teori.

 Pendekatan ini dilakukan dalam penyusunan struktur akuntansi di mana dirumuskan dahulu tujuan laporan keuangan, rumusan postulat, kemudian prinsip, dan akhirnya lebih khusus menyusun teknik akuntansi.

  1. Pendekatan induktif

Pendekatan yang dimulai dari pengamatan empiris untuk kemudian ditarik kesimpulan umum ( generalisasi ). Pendekatan induktif dalam penyusunan dari suatu teiri diawali dengan observasi dan pengukuran serta berlanjut pada kesimpulan umum. Dalam penerapan akuntansi, pendekatan induktif diawali dengan observasi mengenai informasi keuangan dari perusahaan bisnis dan di lanjutkan dengan menyusun generalisasi dan prinsip – prinsip dari observasi berdasarkan pada hubungan yang berulang kembali. Tahap yang dilalui adalah:

1)      Mengumpulkan semua observasi.

2)      Analisis dan golongan observasi berdasarkan hubungan yang berulang-ulang dan sejenis, seragam, mirip.

3)       Ditarik kesimpulan umum dan prinsip akuntansi yang menggambarkan hubungan yang berulang-ulang tadi.

4)      Kesimpulan umum diuji kebenarannya.

Tidak seperti pendekatan deduktif, dalam pendekatan induktif ini kebenaran dan kepalsuan dalil tidak tergantung pada dalil lainnya, tetapi harus melalui pengujian empiris. Dalam pendekatan induktif kebenaran suatu dalil tergantung pada pengamatan terhadap contoh yang cukup dari hubungan kasus yang berulang-ulang dan seragam.

pendekatan induktif untuk suatu teori mencakup 4 tahap :

a)      Mencatat seluruh observasi

b)      Menganalisis dan mengklasifikasikan observasi ini untuk mendeteksi adanya hubungan yang berulang kembali

c)      Penurunan induktif dari generalisasi dan prinsip akuntansi dari observasi yang menggambarkan hubungan brulang

d)     Menguji generalisasi.

 

  1. Pendekatan etis

Inti dasar dari pendekatan etis terdiri atas konsep Kewajaran ( fairness ), Keadilan ( justice ), Ekuitas ( equity ), Kenyataan ( truth ). 

Pendekatan ini diperkenalkan oleh D.R. Scott. Menurut beliau kriteria yang harus digunakan dalam perumusan teori akuntansi adalah keadilan dengan memperlakukan pihak yang berkaitan secara adil. Disajikan kebenaran dalam arti laporan yang benar dan akurat tanpa mengundang salah tafsir, dan kewajaran dalam arti penyajiannya wajar, tidak bias, dan tidak sebagian-sebagian. Dalam buku lain dikenal dengan ”Pendekatan Peristiwa” (Event Approach) artinya dalam perumusan teori kita harus memperhatikan semua pihak jangan hanya memperhatikan pihak-pihak tertentu saja. Pendekatan ini mirip pendekatan etis ini. Konsep tersebut merupakan kriteria utama dari D.R.scott untuk perumusan teori akuntansi.dari criteria tersebut pendekatan kewajaran telah menjadi salah satu tujuan dasar akuntansi seperti :

a)      Kepatuhan terhadap prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum

b)      Pengungkapan

c)      Konsistensi

d)     Dapat di perbandingkan

 

  1. Pendekatan sosiologi

Pendekatan sosilogi bagi perumusan teori akuntansi menekankan pengaruh sosial dari teknik akuntansi. Hal ini merupakan pendekatan etis yang berpusat pada suatu konsep dari kewajaran yang lebih luas, kesejahteraan sosial.berdasarkan pendekatan sosiologi, prisip atau teknik akuntansi yang dievaluasi untuk penerimaan dari dasar pengaruh laporannya terhadap seluruh kelompok dalam komunitas.

Untuk mencapai tujuannya, pendekatan sosiologi keberadaan dari nilai sosial baku yang mungkin di gunakan sebagai kriteria untuk menentukan teori akuntansi.

  1. Pendekatan ekonomi

Pendekatan ekonomi dalam merumuskan suatu teori akuntansi menekankan pada pengendalian prilaku dari indikator makroekonomi yang dihasilkan oleh adodsi dari berbagai teknik akuntansi. Hingga sebelum di bentuknya FASB, pendekatan ekonomi dan konsep dari konsekuensi ekonomi tidak banyak di pakai dalam akuntansi.

  1. Pendekatan selektif

            Secara umum, perumusan pada teori akuntansi dan pengembangan prinsip – prinsip akuntansi telah mengikuti pendekatan selektif, atau kombinasi dari berbagai pendekatan,dan bukannya hanya satu dari pendekatan yang disajikan disini. Pendekatan selektif adalah terutama merupakan akibat dari berbagai usaha oleh individu dan professional serta organisasi pemerintahan untuk berpartisipasi dalam pematangan konsep dan prinsip dalam akuntansi. Pendekatan selektif ini telah memberikan peningkatan kepada pendakatan baru yang sedang diperdebatkan dalam litaratur :

a)      Pendekatan peraturan

b)      Pendekatan prilaku

c)      pendekatan kejadian, prediksi, dan positif.

 

 

BAB III

PENUTUP

            Kesimpulan

Teori akuntansi merupakan  cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan yang sistematis tentang prinsif dan metode yang membedakannya dengan praktek. Teori akuntansi di kembangkan dan di saring lewat sebuah proses riset akuntansi. Hasil riset pertama dari akuntan pendidik, dan pihak lain dari organisasi pembuatan kebijakan, kantor akuntan public, dan sektor industri swasta yang ikut berperan penting dalam peran proses riset akuntansi. Standar dan pernyataan dan ketetapan  yang di hasilkan oleh organisasi  pembuat kebijakan akan di interprestasikan dan di terapkan dalam praktek pada tingkat organisasi. Teori akuntansi berfungsi Sebagi pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi, Memberi kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar resminya, Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan, Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan dan Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktek akuntansi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Belkaoui, Ahmad Riahi, Accounting Theory, Terjemahan Marwata,Harjanti Widiastuti, Ch. Heni Kurniawan, dan Alia Ariesanti.Thomson Learning, London, 2000

 Belkaoui, Ahmad Riahi, Accounting Theory, Terjemahan Ali Akbrar Yulianto, Risnawati Dermauli. Cangega Learning, London, 2006

Hery, Teori akuntansi, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2009

Yadiati, winwin, Teori akuntansi, suatu pengantar, Prenada Media group, Jakarta, 2007

 

 

 

 

 

 

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s